Minggu, 16 Oktober 2016

Puisi Perpisahan KKN 2016 desa "Tanjung Rusia Timur"



Mata yang berkaca-kaca
Jantung yang berdetak detuk tak menentu
Pikiran melayang-layang
Itulah terpaan gemuruh rasa dalam hatiku
Yang menemani saat ku tlah terpisah darimu
Waktu ini adalah saat waktu yang menyiksa
Menyiksa dirimu dan diriku
Waktu yang terasa lambat berputar
Berputar tuk berjalan melalui hari demi hari
Yang kan kita lalui
Waktu dimana kita tak bersama-sama lagi
Kini semua hanya tinggal kenangan
Kenangan indah yang tlah kita lalui
Canda-tawa, sedih, kesal, khawatir dan rasa takut terpisahkan itulah perasaan yang menggumuli hati kita selama ini dan
Rasa takut itu kini tlah menjadi kenyataan
Aku mengerti kau begitu sakit saat ini
Terpisah dan  terpenjara sepi disana
Namun ketahuilah sahabat...
Diri ini jauh lebih sakit merasakan semua ini
Aku bingung dan tak tahu harus bagaimana
Banyak hal yang tak dapat kukatakan dan ku jelaskan
Banyak hal yang tak kau mengerti maksud hati dan semua ini
Maafkanlah..... cobalah tuk mengerti dan memahami ambillah hikmah dari semua ini
Jauhkan rasa dendam dan benci ,
Ketahuilah sahabat
Aku tak akan lupa dan tak akan pernah bisa
Tentang apa yang harus memisahkan kita
Kenanglah sahabat
Semua ini adalah perpisahan yang terabadi

puisi berantai




PUISI BERANTAI

Pecinta : saya akan membacakan puisi berjudul “BUNGA HATIKU BUNGA HATIMU” untuk gadisku yang manis.
Pejuang : aku akan membacakan puisi perjuangan berjudul “ LEBIH BAIK MERDEKA DARI PADA TIDAK MERDEKA”
Penjual : dan saya akan membacakan puisi berjudul “AKU PENJUAL TELUR” buat adikku yang suka makan telur
Pecinta : saat bulan purnama menerangi alam kau dating padaku sambil tersenyum manja kulihat samar-samar wajahmu tertimpa cahaya rembulan begitu cantik nya bagaikan…………………..
Pejuang : granat dan mortir berdesingan membakar perkampungan tak pernah ku kenal istilah takut walaupun lawan banyak nya seribu kali pedang dikanan belati dikiri berselimpang……….
Penjual : telur mas telur…. Kubawa keliling kampung setiap hari, demi sesuap nasi. Telur merupakan bagian dalam hidupku semua kujual telur ayam, telur bebek, maupun telur…………
Pecinta : Nikita willy kau tersenyum padaku dan aku pun tersenyum padaku, dan aku pun tersenyum padamu tanda cintaku kian meraju, malam itu perlahan kau dekatkan bibirmu ke telingaku seraya berbisik………………..
Pejuang : MERDEKA….!!!! Seluruh rakyat Indonesia harus meneriakkan kata “MERDEKA” sekali lagi rakyat Indonesia harus meneriakkan kata MERDEKA, sekali lagi rakyat Indonesia harus meneriakkan kata…………………..
Penjual : tellluuuuuurrrrrrrr……….. tellluuuurrrrrrr……………!!! Begitu aku menjajakan telur setiap hari hujan dan panas tidak menjadi rintangan satu-satu telur ku elus sambil berkata lirih, ayamku…………………………
Pecinta : aku cinta padamu sayang….!! Hatiku berbunga ku belai rambutnya yang hitam perlahan kudekatkan bibirku ke………………………
Pejuang : teng berlapis baja milik belanda harus kita hancurkan, terlalu lama kita dijajah, terlalu lama kita disiksa, mulai detik ini aku harus…………………..
Penjual : bertelur sebanyak-banyak nya kau telah berjasa kadang ku periksa ayam-ayamku aku ingin mengetahui bagaimana telur dapat keluar, ku perhatikan ayamku dengan seksama dan……….
Pecinta : ku peluk dengan mesra kau mendesah dalam pelukkanku kurapatkan erat-erat tubuhku ke tubuhmu kemudian tubuh mu……………………….
Pejuang : di dorong oleh seluruh rakyat Indonesia dengan semangat perjuangan yang membara aku berada dibarisan paling depan dengan senapan di tangan semua musuh ku tembak………..
Penjual : plung…..plung…!! keluar telur nya ku ambil satu per satu dan ku simpan di………..
Pecinta : Matamu… terpejam dan nafasmu mendesah kau peluk juga aku dengan mesra ternyata kita sama-sama ingin saling……………..
Pejuang : membunuh… mereka yang menyerang dari jauh majuuuuuuu…… seranggg…….! Aku berteriak sambil mengangkat tinggi-tinggi……………….
Penjual : Telurku…. Sekarang aku dalam keadaan sedih merenungi nasib ayamku yang sedang…….
Pecinta : Di mabuk cinta kita sama-sama menangis bahagia, matamu perlahan ku bersihkan dengan…….
Pejuang : senapan mesin yang panas…. Sepanas darahku kembali ku sambut serangan yang dating dengan peluru-peluru yang sudah……
Penjual : Membusuk… tidak laku di jaul lagi oh telurku…… ohh ayamku………..
Pecinta : Sayang.. tidak perlu disesalkan tataplah mataku kembali dan kau…….
Pejuang : terjang lalu hancurkan…
Penjual : Telurku……………. Telurku……
Pecinta : akan kudekatkan padamu tenanglah…. Diamlah…. Aku akan….
Pejuang : Merobek-robek terus lemparkan semua yang kita punya sambil mengucapkan……….
Penjual : Telur….. telur……
Pecinta : sayangku…….
Pejuang : Ku tusuk kau sampai mati…….. aku masih punya banyak….
Penjual : telur dan ayamku………
Pecinta : aku cinta padamu sayang……
Pejuang : sampai darah penghabisan hingga akhir nya………………………….
Penjual : bertelur lagi dan telur ayamku adalah telur……………..
Pecinta : kasihku.. kita akan selalu bersama………………………
Pejuang : berjuang selamanya untuk ber…………………………….
Penjual : telur….. telur………………… begitu aku menjajakan nya setiap hari..