Jumat, 20 Juni 2014

Makalah globalisasi by zhiza






Makalah PKN
GLOBALISASI
DI SUSUN OLEH: 
NAMA :ZUHROTUL AZIZAH 
NPM : 1311090059 
FAKULTAS : TARBIYAH 
JURUSAN : PENDIDIKAN FISIKA 
KELAS : A




FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI RADEN INTAN
BANDAR LAMPUNG
2013



BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang Masalah

Globalisasi adalah sebuah fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses manusia global itu.Kehadiran teknologi informasi dan teknologi komunikasi mempercepat akselerasi proses globalisasi ini.globalisasi menyentuh seluruh aspek penting kehidupan.
Globalisasi menciptakan berbagai tantangan dan permasalahan baru yang harus di jawab ,dipecahkan dalam upaya memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan kehidupan .globalisasi adalah proses dimana berbagai perstiwa ,keputusan dan kegiatan dibelahan dunia yang dapat membawa konsekuensi pada setiap individu.


2.1  Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang hendak dikaji dalam  makalah ini yaitu sebagi berikut:

1.      Apa pengertian dan latar belakang gobalisasi?
2.      Apa saja tantangan dan ancaman indonesia menghadapi globalisasi?
3.      Bagaimana memperkuat daya tahan dan daya saing bangsa?







BAB II
PEMBAHASAN


2.1  Pengertian dan Latar Belakang

Globalisasi saat ini sudah melanda dunia,termasuk indonesia.Pengertian globalisasi adalah masuknya atau meluasnya pengaruh dari suatu negara dalam pergaulan dunia.Proses globalisasi mengandung implikasi bahwa suatu aktifitas yang sebelumnya terbatas jangkauannya secara nasional,secara bertahap berkembang menjadi tidak terbatas pada suatu negara(borderless).Globalisasi dalam budaya misalnya misalnya melalui media Tv dan internet,budaya barat dalam bentuk cara berpakaian dan pergaulan telah diikuti trennya di Indonesia .Globalisasi dalam bidang ekonomi  juga sudah berkembang lama,penanaman modal asing sudah banyak diindonesia misalny PT. Freeport,citibank,telkom dll.
Globalisasi dalam politik juga memberikan pengaruh kepada Indonesia dalam rangka demokrasi dan pelaksanaan good governance.Globalisasi melaluli berbagai media informatika yang semakin canggih menyebabkan berbagai pesan,kreasi,peristiwa,tontonan dan pemikirang yang berkembang serta semakin maju.sayangnya, proses globalisasi  ini hanya berjalan sepihak saja untuk negara yang berkembang termasuk indonesia.oleh sebab itu untuk menghadapi tantangan globalisasi yang semakin banyak dan kompleks diperlukan ide-ide yang kreatif.
Dalam era globalisasi dewasa ini,tidakkah mungkin suatu negara hidup dan membangun  kemajuan dalam proses mengisolasi diri.Pengaruh teknologi informasi,industri,perdagangan uang dan komoditas antar bangsa dan negara merupakan suatu kenyataan yang saat ini terjadi dan suka tidak suka kita harus hidup dengan kondisi seperti sekarang ini.Dalam rangka memperkuat daya saing bangsa dalam globalisasi, Jusuf kalla(2005) menyatakan bahwa globalisasi di jelaskan sebagai kemauan bekerja keras,kemauan dan kemampuan mengolah sumber daya alam,serta  kemampuan dan kompetisi yang dihasilkan oleh pendidikan dan belajar serta tekun dan ulet.Dimana dapat memperkuat kepercayaan sosial yang merupakan modal dasar untuk sanggup bekerjasama.
Menurut Jusuf kalla  globalisasi yang menunjukkan kerja keras,disiplin,dan mengembangkan teknologi  yang berorentasi ke depan akan membuat negara maju.
Globalisasi juga menunjukkan  bahwa kerja keras,disiplin,dan mengembangkan teknologi  yang berorentasi ke depan akan membuat sebuah  negara maju. Jusuf kalla  memberikan contoh korea selatan dan ghana.pada tahun 1960 an kedua negara tersebut mempunyai taraf ekonomi yang sama yakni mereka sama-sama masuk dalam negara berkembang ,namun 40 tahun kemudian  perbedaan diantaranya ibarat langit dan bumi.korea selatan berubah menjadi negara ekonomi  maju sementara ghana masih seperti sebelumnya yakni negara berkembang.penyebab tidak lain adalah masalah budaya ,bangsa korea mampu membangun kebangsaannya menjadi bangsa yang disiplin,mau bekerja keras,dan tidak ketinggalan dengan negara lain.kKeterbatasan sumber daya ala tidak membuat mereka menyerah tetapi berusaha keras untuk maju.kita sekarang tinggal memilih ,mau mengikuti jejak bangsa korea atau ghana.


2.2  Tantangan dan Ancaman  Indonesia Menghadapi Globalisasi

2.2.1 Tantangan dan Ancaman
Tantangan dan Ancaman Globalisasi terbagi menjadi beberapa bagian sebagai berikut:
a)      Nasionalisme dan Internasionalisme
Sejak pertengahan abad  ke-20 ini tidak ada ideologi yang lebih populer  di Asia,Afrika dan Amerika Latin dibandingkan Nasionalisme.dimana dengan modal nasionalisme ini berbagai negara dikawasan  tersrbut dapat merebut kembali kemerdekaannya.karena imperealisme disejajarkan dengan kapitalisme,maka sebagai antitesa  negara-negara yang baru merdeka itu,pada  umumnya menerapkan sistem ekonomi yang sosialitis,dan sistem politiknya demokrasi  yang disesuaikan dengan kondisi mereka masing-masing.Berbeda dengan yang terjadi pada tahun 1970 an dimana negara-negara yang baru merdeka (seperti Indonesia)memakai sistem ekonomi  yang berdasarkan mekanisme ekonomi  pasar yang terkendali.perubahan sistem ekonomi pasar ini ternyata telah membuahkan hasil berupa kebangkitan ekonomi,antara lain asia timur dan asia tenggara .
Dari sudut pandang ekonomi,saat ini kekuatan ekonomi eropa barat dan amerika cenderung menurun dan semakin tertandingi oleh negara-negara asia  timur dan asia tenggara, tetapi bidang militer dan sistem tata nilai supremasi tetap berada di tangan mereka .Sistem tata nilai eropa barat dan amerika pada dasarnya  berakar dari sumber yang sama,yang dikenal dengan sebagai western civilization. Globalisasi  telah mengubah wajah negara berkembang dan indonesia pada khususnya. Sistem perekonomian yang dulunya sosialis menjadi pasar terbuka.Perubahan sistem pasar ini disebabkan oleh adanya interaksi indonesia dengan negara-negara barat .Perubahan lain adalah nilai dan sikap nasionalisme.Globalisasi telah membuat semangat nasionalisme  menurun,sebab setiap orang berusaha memaksimalkan kepuasannya dan dapat dinegara mana saja berdasarkan kompetensi dan komitmennya.
b)      Budaya Barat dan Budaya Indonesia
Pertanyaan kritis yang sangat relevan adalah nilai-nilai apakah yang dapat disebut khas indonesia.dari berbagai literatur dan pengalaman dalam kehidupan bermasyarakat ,berbangsa dan bernegara,sekurang kurangnya ada tiga konsep yang mencerminkan khas indonesia ,yaitu  musyawarah,mufakat,dan gotong royong.jika demikian halnya,persoalannya adalah bagaimana kita menyublimasikan nilai-nilai khas indonesia tersebut kedalam tataan nilai universal.Disisi lain budaya barat adalah demokratis dan individualisme.Perkembangan globalisasi juga telah mempengaruhi indonesia,dimana sikap individualistis telah masuk,sehingga mengurangi semangat gotong royong dan tolong menolong.

c)      Industri dan Pertanian
Indonesia dikenal dengan budaya agraris,dimana  48% penduduknya hidup di sektor  pertanian ,produk utama indonesia adalah produk pangan untuk kebutuhan dalam negr i,produk perkebunan dan hasil hutan,serta perikanan yang di ekspor.produk perkebunan yang banyak di ekspor seperti kelapa sawiat, karet,teh dan kayu sedangkan negara  barat berkembang dalam hal industri dan jasa,seperti industri elektronika dan jasa keuangan.            Globalisasi juga mempengaruhi perekonomian indonesia ,negara-negara barat telah merelokasi industrinya ke negara berkembang seperti indonesia untuk industri elektronika dan tekstil.globalisasi telah mengubah secara bertahap wajah indinesia dari pertanian menjadi industri.

2.2.2  Indonesia dalam Menghadapi Globalisasi.

Globalisasi memang memunculkan ke kwatiran yg luas bahwa kedaulatan suatu negara akan digerogoti.oleh sebab itu pemerintah harus mengakui dan bekerja disuatu lingkungan dimana sebagian besar penyelesaian  masalah harus dirumuskan dengan memerhatikan dunia global.Agar mampu bersaing dalam era globalisasi ,maka efesiensi dalam skala global harus menjadi acuan utama.Efesiensi  yang dimaksudkan adalah baik secara nasional (efisiensi alokatif),sektoral ,maupun pada tingkat perusahaan (mikro).Efesiensi yang tingg,baik nasional,sektoral,dan perusahaan,akan memperkuat daya saing.karena produk dan jasa indonesia mempunyai keunggulan kompetitif dan komparatif.
a.       Menghadapi Globalisasi Ekonomi
Dalam bidang ekonomi,globalisasi mengandung makna bahwa semua hambatan pada transaksi perdagangan barang maupun jasa ,pergerakan manusia dan investasi antara negara secara bertahap akan dikurangi bahkan dalam jangka waktu tertentu akan dihapus.Globalisai ekonomi adalah proses liberalisasi ekonomi dalam skala modial(berkaitan dengan seluruh dunia) sehingga menyebab kan barang dan jasa bebas masuk dan keluar negara tanpa rintangan,baik yang bersifat tarif maupun nontarif.
Dengan perkembangan seperti itu maka pasar disetiap negara  mengalami proses internasionalisasi,yang ditandai dengan kompetensi antar pesaing dari berbagai negara.dimana setiap negara harus berlomba agar produknya tetap laku dan untuk ini tidak ada pilihan lain kecuali bersaing dalam harga,kualitas,dan syarat-syarat jual beli lainnya.Sejalan dengan arah perdagangan internasional yang lebih bebas  arus modal dan infestasi antar negara pun bergerak lebih bebas dan mengalir kenegara-negara  yang dallam jangka panjang lebih aman serta memberikan keuntunggan lebih besar.Karenanya setiap negara berlomba menciptakan iklim yang semakin kondusip untuk investasi baik bagi investasi dalam negri maupun luar negri.
Berbagai faktor yang perlu diperhatikan  oleh masyarakat dan bangsa indonesia  dalam globalisasi ekonomi adalah :
a)      Menjaga kestabilan politik dalam jangka panjang, sehingga menjamin kepastian hukum untuk investasi.
b)      Menjaga kestabilan ekonomi makro (economic fundamentals), dengan menstabilkan nilai tukar rupiah dan suku bunga,mengoptimalkan fungsi Bank Indonesia, dan melakukan koordinasi dengan otoritas fiskal.
c)      Meningkatkan kualitas sumber daya manusia, yaitu : kompetensi dan komitmen melalui demokratisasi pendidikan.
d)     Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mengaplikasikannya pada kehidupan bermasyarakat.
e)      Memperbaiki prasarana ekonomi
f)       Meningkatkan kemampuan kewirausahaan
g)      Menyediakan lembaga-lembaga ekonomi yang modern(seperti perbankan, pasar modal, dan lain-lain).
h)      Membiasakan masyarakat terhadap terjadinya perubahan.
i)        Memastikan penegakan hukum (law enforcement)
j)        Mengeksploitasi sumber daya alam secara proporsional.

b.      Menghadapi Globalisasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

            Tidak dapat disangkal bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan salah satu kunci kemajuan suatu bangsa, bahkan peranannya akan semakin dominan. Untuk menghadapi globalisasi IPTEK, maka pokok pikiran program teknologi dalam Matriks Nasional Riset dan Teknologi meliputi lima bidang, yaitu :
1.      Kebutuhan Dasar Manusia; sebagai unsur mempertahankan dan mempertinggi nilai manusia sebagai potensi pembangunan nasional.
2.      Sumber Daya Alam dan Energi; karena manusia membutuhkan sumber daya ini sebagai bahan dan sarana produksi.
3.       Industrialisasi; karena manusia membutuhkan industri untuk menghasilkan berbagai barang dan jasa, di samping  kebutuhan dasarnya, guna meningkatkan kualitas hidupnya.
4.      Pertahanan/Keamanan; karena manusia perlu mempertahankan  dirinya, sesamanya, dan miliknya terhadap ancaman-ancaman dan mengingat bahwa berbagai hasil teknologi pertahanan/ keamanan dapat digunakan juga untuk segi-segi selain pertahanan/keamanan.
5.      Sosial, Ekonomi, Budaya, dan Falsafah; sebagai segi-segi kehidupan yang mendasari dan mendukung keempat bidang  sebelumnya,manusia dalam memenuhi kebutuhan dasarnya, memanfaatkan sumber daya alam dan energi, menjalankan industrialisasi, dan pertahanan keamanan akan selalu diarahkan     oleh pengetahuan ekonomi, analisis sosial, budaya, dan falsafahnya.

c.       Menghadapi globalisasi dalam etika dan efisiensi


Manusia pada dasar nya di ciptakan Tuhan untuk bersosial tentunya mereka tidak berdiri sendiri tetapi telah terjadi proses saling mempengaruhi melalui berbagai media dan lingkungan lain, proses ini tidak berjalan antara manusia dan manusia saja tetapi juga dipendagaruhi oleh barang atau keadaan yang diciptakanya sendiri.etika sosial merupakan ketentuan atau sistem yang bagaimana puncnggih nya akan mengandung kelemahan dalam konotasi  yang negatif.Etika sosial adalah sebagai suatu kekuatan dari diri sendiri yang akan membatasi perilaku manusia dan memegang peranan penting jika seseorang/kelompok memegang peranan yang menentukan nasib orang lain(Pemimpin).sebagai contoh  adalah negara seperti amerika serikat,jepang dan eropa barat dimana negara tersebut mengalami dekadensi moral,namun etika  sosial para pemimpin tetap dipegang teguh dan hal ini berkat adanya pengawasan masyarakat yang memadai.
Relevasi elika sosial dan efesiensi dapat digambarkan secara sederhana .Jika seorang pemimpin menyalahgunakan kewenagan yang dimilikinya,pasti akan terdapat korban,hal ini karena kewenangan yang dimiliki bersifat publik,maka publiklah yang dirugikan yang pada gilirannya  akan meningkatkan biaya ekonomi nasional (tidak efesien).
Bagi indonesia penegakkan  ahklak inu semakin menjadi penting karena masyarakat kita pada hakikatnya bersifat paternalistis,yaitu suatu masyarakat yang banyak berorientasi ke atas.selain itu penegakkan dan pengalaman akhlak secara taat asas dalam pemerintahan dan dunia usaha merupakansalah satu prasaarat dalam upaya kita untuk mengesahkan kemiskinan serta mengurangi kesenjangan di berbagai bidang.beberapa yang pelu diperhatikan dalam meningkatkan etika;
a.       Menyusu kode etik profesi yang sesuaidengan karakterdan budaya bangsa
b.      Meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Tuhan YME sebagai landasan dalam berfikir dan bertindak.
c.       Mengembangkan kepribadianb bangsa ,yaitu jujur,ramah,sopan dan terbuka.



2.3  Memperkuat daya tahan dan daya saing bangsa


            Globalisasi adalah suatu hal yang tidak dapat di hindari saat ini,globalisasi pada akhinya mempengaruhi seluruh kehidupan bangsa indonesia dalam bidang politik,ekonomi,sosial budaya, dan pertahanan keamana.adanya borderless atau dunia tanpa batas ini niscaya akan menghadapi indonesia sebagai suatu bangsa .Keberadaan indonesia sebagai suatu negara telah diproklamasikan pada 17 Agustus 145,indonesia berdiri dengan perjuangan pahlawan ,mengorbankan ribuan,bahkan jutaan nyawa manusia.Oleh sebab itu  harus ada upaya untuk mempertahan kan indonesia dalam tataran global.
Globalisasi tidak boleh menghilangkan jiwa,semangat,karakter dan budaya indonesia,globalisasi juga tidak perlu di takutkan yang penting adalah  bagaimana kita berperan aktif dan mendapatkan manfaat dari globalisasi.untuk dapat berperan  dan mengambil manfaat dari globaalisasi maka bangsa indonesia harus mempunyai daya tahan dan daya saing.Daya tahan merupakan upaya untuk mempertahan kan seluruh identitas dan karakter bangsa,sedangkan daya saing merupakan budaya unggul ,yaitu semangat memperbaiki diri sendiri sehingga menjadi bangsa yang kompetensi dan komitmen.Berikut ini adalah upaya daya tahan dan daya saing,baik secara individual sebagai manusia indonesia maupun nasional sebagai suatu bangsa.
1.      Meningkatkan daya saing individu manusia indonesia dalam globalisasi.
Manusia merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan antara aspek jasmani dan rohani,maka perkembangan berbagai aspek dalam diri individu agarmenjadi kompeten /kepribadian tangguh meliputi beberapa aspek:
A.      Aspek intelektual
  kemampuan berpikir  (brainpower) merupakan keunggulan kompetitif suatu         organisasi bisnis. Ilmu pengetahuan (knowledge) digambarkan sebagai sumber kekayaan, menggantikan tanah (dalam era pertanian tingkat lanjut), tenaga kerja  (dalam era industri awal), dan modal (dalam era industri  tingkat lanjut).
B.     Aspek kreatifitas
Kreatifitas adalah ciri-ciri khas yang dimiliki oleh individu  yang menandai adanya kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang sama sekali baru atau kombinasi dari karya- karya yang telah ada sebelumnya, menjadi sebuah karya        baru yang dilakukan melalui interaksi dengan lingkungan untuk menghadapi permasalahan, dan mencari alternatif  pemecahannya.

C.     Aspek moral  dan sikap
Moral merupakan standar baik-buruk yang ditentukan bagi individu oleh nilai-nilai sosial budaya,di mana individu sebagai anggota sosial (Rogers, 1985).  Perilaku moral diperlukan demi terwujudnya kehidupan yang damai, penuh keteraturan, ketertiban, dan keharmonisan

D.     Aspek Bahasa
Perdagangan bebas memberi arti bahwa semua bangsa dan negara di dunia harus terbuka dalam menerima tenaga kerja, hal ini akan mengakibatkan kompetisi antara tenaga kerja domestik dan tenaga kerja dari negara lain. Penguasaan bahasa asing aktif, khususnya bahasa Inggris,harus ditingkatkan, selain untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi dengan bangsa-bangsa lain, juga untuk  mempercepat proses penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
E.       Motivasi
Motivasi adalah suatu proses di mana kebutuhan-kebutuhan mendorong seseorang untuk melakukan serangkaian kegiatan tertentu. Kinerja (performance) adalah hasil dari interaksi antara motivasi kerja dan kemampuan (abilities).Motivasi ditunjukkan pula oleh kematangan pribadi. Apabila kematangan pribadi rendah, maka motivasi rendah, dan pada gilirannya akan mengakibatkan kinerja yang  rendah.

2.      Meningkatkan Daya Saing Nasional Indonesia dalam  Globalisasi

Meningkatkan Daya Saing Nasional Indonesia dalam Globalisasi terbagi menjadi beberapa aspek yaitu:

a.       Daya Tahan dan Daya Saing dalam Bidang Politik
1)      Demokrasi
 Apabila bangsa Indonesia tidak sungguh-sungguh dan  konsisten dalam melaksanakan semua nilai demokrasi tersebut, maka bisa terjadi perpecahan (disintegrasi).
2)      Politik Luar Negeri
 Peluang politik luar negeri Indonesia adalah dapat   membuka kembali kerjasama militer, perdagangan, pendidikan, pertukaran budaya, tenaga kerja, dan lain- lain dengan negara barat 

3)      Good Governance
Peluangnya adalah Indonesia dapat mengikuti sistem penyelenggaraan pemerintahan yang baik yang diterapkan di negara barat dengan prinsip-prinsip partisipasi, transparansi, rule of law, responsif, equity, efektif dan  efisien, serta accountability dan vision strategis. Peluang lain adalah dapat memperoleh dukungan ekonomi dari  negara donor seperti IMF.


b.      Daya Saing dalam Bidang Sosial budaya
1)      Teknologi Informasi dan Komunikasi
2)      Masuknya Lembaga Pendidikan Asing
3)      Budaya Hedonisme
4)      Peluang dan Ancaman Bidang Hankam dalam Era Globalisasi
5)      Peluang dan Ancaman Bidang Hukum


c.       Meningkatkan Daya Saing dalam Bidang Ekonomi
1)      Globalisasi dalam ekonomi telah berkembang pesat dengan  berdirinya organisasi perdagangan dunia
2)      Data perdagangan Indonesia dilihat dari neraca perdagangan, yaitu jumlah ekspor dan dikurangi impor, selama ini  menunjukkan angka yang positif.
3)       Data perdagangan bersih Indonesia apabila dilihat dari neraca keuangan yang meliputi transaksi ekspor dan impor serta jasa  termasuk di dalamnya, arus modal masuk dan biaya utang  ternyata negatif.
4)      Upaya meningkatkan kinerja ekonomi dari kondisi













BAB III
PENUTUP


3.1  Kesimpulan

globalisasi merupaka masuknya atau meluasnya pengaruh dari suatu negara dalam pergaulan dunia.globalisasi juga menunjukkan perubahan besar dalam  masyarakat dunia Globalisasi dalam bidang ekonomi  juga sudah berkembang lama,penanaman modal asing sudah banyak diindonesia.
Globalisasi dalam politik juga memberikan pengaruh kepada Indonesia dalam rangka demokrasi.Globalisasi melaluli berbagai media informatika yang semakin canggih menyebabkan berbagai pesan,kreasi,peristiwa,tontonan dan pemikiran yang berkembang serta semakin maju. Dan untuk menghadapi masalah kompleks globalisasi diperlukan ide-ide yang kreatif.


3.2  Saran

Adapun saran yang penulis berikan  adalah sebaiknya setiap manusia lebih  kreatif dalam menghadapi arus globalisasi agar tidak terlalu terlinggal dengan informasi dan menghadapi roda kehidupan yang semakin canggih.








DAFTAR PUSTAKA


Srijanti,A. Rahman.2007. Etika Berwarga negara edisi 2. Bandung; Gramedia
Lemhanas.2001.pendididikan kewarganegaraan.Jakarta.Gramedia
Thoha,Mahmud.2002.Globalisasi.jakarta;PT.Pustaka Quantum
Suradinata,ermaya.2001.Pendidikan  kewarganegasraan.jakarta;gramedia