FOTOSINTESIS
(laporan praktikum biologi umum)
Disusun:
Nama
: Zuhrotul Azizah
NPm :
131100059
Jurusan :
Fisika
Dosen :
Nina Yusanti,M.pd
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
RADEN INTAN LAMPUNG
2014
LEMBAR PENGESAHAN
Judul percobaan: Fotosintesis
Tanggal :
5 juni 2014
Tempat :
laboratorium biologi umum
Nama :
Zuhrotul Azizah
Npm :
1311090059
Fakultas :
tarbiyah
Jurusan :
fisika
Kelas :
A
Kelompok :
3
Bandar lampung,5
juni 2014
Mengetahui,
Asisten dosen
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Fotosintesis adalah suatu proses yang hanya terjadi pada tumbuhan yang
mempunyai klorofil dan bakteri fotosintetik.
Dimana energi matahari ditangkap dalam bentuk
foton dan di ubah menjadi energi kimia berupa ATP dan NADPH.
Energi kimia ini akan digunakan untuk
fotosintesis karbohidrat dari air dan
CO2.Fotosintesis berlangsung di kloroplas yang
Mengandung banyak pigmen klorofil.
1.2
Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah sebagai berikut :
1.
Mengetahui faktorfaktor yang dapat
mempengaruhi fotosintesis
2.
Mengetahui zat yang di hasilkan
dari peristiwa fotosintesis
BAB II
LANDASAN TEORI
Fotosintesis merupakan suatu proses biologi yang kompleks, proses ini menggunakan energi dan cahaya matahari yang dapat dimanfaatkan oleh klorofil yang terdapat dalam kloroplas. Seperti halnya mitokondria, kloroplas mempunyai membran luar dan membran dalam. Membran dalam mengelilingi suatu stroma yang mengandung enzim-enzim tang larut dalam struktur membran yang disebut tilakoid. Proses fotosintesis dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain air (H2O), konsentrasi CO2, suhu, umur daun, translokasi karbohidrat, dan cahaya. Tetapi yang menjadi faktor utama fotosintesis agar dapat berlangsung adalah cahaya, air, dan karbondioksida (Salisbury, 1992).
Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya, dan sintesis yang berarti menyusun.Jadi fotosintesis dapat diartikan sebagai suatu penyusunan senyawa kimia kompleks yang memerlukan energi cahaya. Sumber energi cahaya alami adalah matahari. Proses ini dapat berlangsung karena adanya suatu pigmen tertentu dengan bahan CO2 dan H2O. Cahaya matahari terdiri atas beberapa spektrum, masing-masing spektrum mempunyai panjang gelombang berbeda, sehingga pengaruhnya terhadap proses fotosintesis juga berbeda. Untuk mengetahui ada atau tidaknya amilum yang terdapat dalam proses fotosintesis dapat dilakukan dengan berbagai percobaan, diantaranya dengan memberi perlakuan variasi cahaya matahari yang berbeda pada daun tumbuhan dan mengujinya dengan larutan JKJ untuk memperoleh hasil dan data yang bervariasi antara daun tumbuhan sampel. Organisasi dan fungsi suatu sel hidup bergantung pada persediaan energi yang tak henti-hentinya. Sumber energi ini tersimpan dalam molekul-molekul organik seperti karbohidrat. Organisme heterotrofik, seperti ragi dan kita sendiri, hidup dan tumbuh dengan memasukan molekul-molekul organik ke dalam sel-selnya (Lakitan, 2007).
Klorofil adalah pigmen hijau fotosintesis yang terdapat dalam tanaman, algae dan cyanobakteria. Nama klorofil barasal dari bahasa yunani yaitu chlorophyll (choloros = green (hijau) dan phyllon = leaf (daun)). Fungsi klorofil pada tanaman adalah menyerap energy dari sinar matahari untuk digunakan dalam proses fotosintesis. Fotosintesis adalah Proses perubahan zat anorganik H2O dan CO2 oleh klorofil dengan bantuan cahaya/sinar matahari menjadi zat organik karbohidrat. Reaksi dari fotosintesis dapat dituliskan pada persamaan sebagai berikut (Heddy, 1990):
6CO2 + 12H2O + energy cahaya klorofil C6H12O6 + 6O2 + 6H2O
Persamaan ini dihasilkan bahan organic yang mengandung energy kimia potensial dan oksigen. Oleh karena itu dalam fotosintesis, energy radiasi cahaya diubah menjadi energy kimia dalam senyawa organik yang stabil (semacam karbohidrat). Proses fotosintesis merupakan bagian penting bagi kehidupan, karena:
- 1. Sebagai sumber energi bagi semua mahluk hidup.
- 2. Pertumbuhan dan hasil tumbuh dipengaruhi oleh kecepatan fotosintesis.
- 3. Diperlukan untuk sintesis berbagai senyawa organic yang diperlukan.
- 4. Menyediakan oksigen bagi kehidupan (Guritno, 1995).
Kalori meter adalah alat untuk mengukur kalor jenis suatu zat. Salah satu bentuk kalori meter adalah kalori meter campuran. Kalori meter ini terdiri dari sebuah bejana logam yang kalor jenisnya diketahui. Bejana ini biasanya ditempatkan didalam bejana lain yang agak lebih besar.kedua bejana dipisahkan oleh bahan penyekat misalkan gabus atau wol
Kegunaan bejana luar adalah sebagai isolator agar perukaran kalor dengan sekitar kalori meter dapat dikurangi.
Kalori meter juga dilengkapi dengan batang pengaduk. Pada waktu zat dicampurkan didalam kalori meter, air dalam kalori meter perlu diaduk agar diperoleh suhu merata sebagai akibat percampuran dua zat yang suhunya berbeda. Asas penggunaan kalori meter adalah asas black. Setiap dua benda atau lebih dengan suhu berbeda dicampurkan maka benda yang bersuhu lebih tinggi akan melepaskan kalornya, sedangkan benda yang bersuhu lebih rendah akan menyerap kalor hingga mencapai keseim- bangan yaitu suhunya sama. Pelepasan dan penyerapan kalor ini besarnya harus imbang. Kalor yang dilepaskan sama dengan kalor yang diserap sehingga berlaku hukum kekekalan energi. Pada sistem tertutup, kekekalan energi panas (kalor) ini dapat dituliskan sebagai berikut.
Qlepas = Qterima
Dengan Q = m . c . ∆t
dengan:
Q = banyaknya kalor yang diperlukan (J)
m = massa suatu zat yang d iberi kalor (kg)
c = kalor jenis zat (J/kgoC)
∆t = kenaikan/perubahan suhu zat (oC)
C = kapasitas kalor suatu zat (J/oC)
Kuvet adalah tabung yang digunakan dalam analisa dengan spektrofotometer. Untuk mengkalibrasi pengukuran maka dibutuhkan sampel referensi yang disebut “Cuvette Blank
Beker atau kadangkala disebut sebagai gelas beker adalah sebuah wadah penampung yang digunakan untuk mengaduk, mencampur, dan memanaskan cairan yang biasanya digunakan dalam laboratorium. Beker secara umum berbentuk silinder dengan dasar yang bidang dan tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari 1 mL sampai beberapa liter.
Beker dapat terbuat dari kaca (umumnya kaca borosilikat ataupun dari plastik. Beker yang digunakan untuk menampung zat kimia yang korosif seperti asam atau zat-zat lainnya yang sangat reaktif biasanya terbuat dari PTFE ataupun bahan-bahan yang reaktivitasnya rendah.
Mikropipet dan adalah alat untuk memindahkan cairan yg bervolume cukup kecil, biasanya kurang dari 1000 µl. Banyak pilihan kapasitas dlm mikropipet, misalnya mikropipet yg dapat diatur volume pengambilannya (adjustable volume pipette) antara 1µl sampai 20 µl, atau mikropipet yg tidak bisa diatur volumenya, hanya tersedia satu pilihan volume (fixed volume pipette) misalnya mikropipet 5 µl. dlm penggunaannya, mikropipet memerlukan tip.
Pipet tetes (Pasteur Pippete) Fungsinya sama dengan pipet ukur, namun volume yang dipindahkan tidak diketahui. Salah satu penerapannya adalah dalam menambahkan HCl / NaOH saat mengatur pH media, penambahan reagen ada uji biokimia, dll.
Pipet ukur merupakan alat utk memindahkan larutan dengan volume yang diketahui. Tersedia berbagai macam ukuran kapasitas pipet ukur, diantaranya pipet berukuran 1 ml, 5 ml dan 10 ml. Cara penggunaanya adalah cairan disedot dengan pipet ukur dengan bantuan filler sampai dengan volume yang diingini. Volume yang dipindahkan dikeluarkan mengikuti skala yang tersedia (dilihat bahwa skala harus tepat sejajar dengan mensikus cekung cairan) dengan cara menyamakan tekanan filler dengan udara sekitar.
Alumunium foil adalah lembaran aluminium tipis yang dapat dipakai untuk berbagai macam aplikasi memasak ataupun lainnya.alumunium foil dapat digunakan sebagai penutup atau pembungkus kuvet yang akan di sinari cahaya lampu.
BAB III
METODE KERJA
3.1 Waktu dan Tempat
Percobaan
ini di lakukan pada hari kamis tanggal 5 juni 2014 bertempat di laboratorium biologi umum, fakultas
tarbiyah
Institut agama islam negeri raden intan
Lampung.
3.2 Alat Dan Bahan
Adapun
alat dan bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah berupa: gelas
kimia,tabung reaksi,corong kaca,kawat
penyangga,/spatula,termometer,tumbuhan air,
dan es batu.
3.3 Cara Kerja
|
Mengikat
beberapa batang hidria sp dan memasukkan kedalam corong kaca dengan pangkal
batang disebelah atas
|
|
Melakukan
rangkaian kegiatan tadi pada 3 tempat yang berbeda(teduh,terang,tempat
terang,dan tempat terang dan di beri tambahan air es sampai suhu nya 20ᵒc.
|
|
Menutup
tungkai corong dengan tabungan reaksi yang lebih berisi air penuh
|
|
Memasukkan
corong kacang beserta tumbuhan kedalama gelas kimia yang telah berisi air
|
BAB IV
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
4.1 HASIL PENGAMATAN
|
KEADAAN GELEMBUNG
|
WAKTU
(5 Menit)
|
Perangkat percobaan
|
||
|
Terang(A)
|
teduh(B)
|
Air Es(C)
|
||
|
Banyak
|
Pertama
|
|
|
|
|
Sedang
|
|
|
|
|
|
Sedikit
|
|
|
|
|
|
Tidak ada
|
ya
|
ya
|
Ya
|
|
|
Banyak
|
Kedua
|
|
|
|
|
Sedang
|
|
|
|
|
|
Sedikit
|
|
|
|
|
|
Tidak ada
|
Ya
|
ya
|
ya
|
|
|
Banyak
|
ketiga
|
|
|
|
|
Sedang
|
|
|
|
|
|
Sedikit
|
|
|
|
|
|
Tidak ada
|
ya
|
ya
|
ya
|
|
4.2 PEMBAHASAN
Berdasarkan
hasil pengamatan yang telah dilakukan dengan 3 perlakuan yang berbeda yaitu
pada tempat yang terang,teduh,dan air es
Pada tanaman air(hidra) dengan waktu 3x5
menit,diperoleh pada percobaan A pada 5 menit pertama tidak ada
gelembung,begitu pula pada
5 menit kedua dan 5 menit ketiga tidak terjadi
adanya gelembung,Begitupun yang terjadi pada perlakuan B dan perlakuan C.
Berdasar
dari percobaan yang telah dilakukan dengan 3 perlakuan yang berbeda dapat
diliahr bahwa cahaya matahari tidak
berpengaruh
Terhadap kecepatan fotosintesis.hal ini dapat
terliaha pada ketig perlakuan yang
menghasilka data yang sama.
Hal ini kemungkinan disebab kan oleh kesalahan
apada air atau waktu yang diperlukan kurang atau bahkan terjadi kenjangalan
pada objek tanaman.
Dari
p[ercobaaan ini tidak sesuai dengan teori fotosintesis yang teloah dipelajari
yakni fotosintesis dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor
Seperti:
1.
Air
2.
Oksigen
3.
Suhu lingkungan
4.
Cahaya matahari
5.
Kandunagan klorofil,dan
6.
Karbondioksida di udara
BAB V
KESIMPULAN
Adapun kesimpulan dari percobaan ini adalah
sebagai berikut:
1.
Fotosintesis adalah proses
anabolisme
2.
Fotosintesis terjadi pada tumbuhan
berklorofil dan bakteri fotolitik
3.
Adapun faktor fotosintesis adalah
air,CO2,suhu,cahaya matahari,dan kandungan klorofil
DAFTAR PUSTAKA
Dartius. 1991. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. USU-Press. Medan.
Dwijoseputro, D. 1983. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Gramedia. Jakarta.
Filter, A. H. dan R. K. M. Hay. 1991. Fisiologi Lingkungan Tanaman. UGM Press. Yogyakarta.
Guritno, B. dan Sitompul, S. M. 1995. Analisis Pertumbuhan Tanaman.UGM Press. Yogyakarta.
Heddy, S. 1990. Biologi Pertanian. Rajawali Press. Jakarta.
Lakitan, B. 2007. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Salisbury, dan Ross. 1992. Fisiologi Tumbuhan. ITB Press. Bandung.
Sitompul, S. M. dan Guritno. B. 1995. Pertumbuhan Tanaman. UGM Press. Yogyakarta.
Tjitrosoepomo, H.S. 1998. Botani Umum. UGM Press. Yogyakarta.
Wilkins, M. B. 1989. Fisologi Tanaman. Bumi Aksara. Jakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar