Minggu, 16 Oktober 2016

puisi berantai




PUISI BERANTAI

Pecinta : saya akan membacakan puisi berjudul “BUNGA HATIKU BUNGA HATIMU” untuk gadisku yang manis.
Pejuang : aku akan membacakan puisi perjuangan berjudul “ LEBIH BAIK MERDEKA DARI PADA TIDAK MERDEKA”
Penjual : dan saya akan membacakan puisi berjudul “AKU PENJUAL TELUR” buat adikku yang suka makan telur
Pecinta : saat bulan purnama menerangi alam kau dating padaku sambil tersenyum manja kulihat samar-samar wajahmu tertimpa cahaya rembulan begitu cantik nya bagaikan…………………..
Pejuang : granat dan mortir berdesingan membakar perkampungan tak pernah ku kenal istilah takut walaupun lawan banyak nya seribu kali pedang dikanan belati dikiri berselimpang……….
Penjual : telur mas telur…. Kubawa keliling kampung setiap hari, demi sesuap nasi. Telur merupakan bagian dalam hidupku semua kujual telur ayam, telur bebek, maupun telur…………
Pecinta : Nikita willy kau tersenyum padaku dan aku pun tersenyum padaku, dan aku pun tersenyum padamu tanda cintaku kian meraju, malam itu perlahan kau dekatkan bibirmu ke telingaku seraya berbisik………………..
Pejuang : MERDEKA….!!!! Seluruh rakyat Indonesia harus meneriakkan kata “MERDEKA” sekali lagi rakyat Indonesia harus meneriakkan kata MERDEKA, sekali lagi rakyat Indonesia harus meneriakkan kata…………………..
Penjual : tellluuuuuurrrrrrrr……….. tellluuuurrrrrrr……………!!! Begitu aku menjajakan telur setiap hari hujan dan panas tidak menjadi rintangan satu-satu telur ku elus sambil berkata lirih, ayamku…………………………
Pecinta : aku cinta padamu sayang….!! Hatiku berbunga ku belai rambutnya yang hitam perlahan kudekatkan bibirku ke………………………
Pejuang : teng berlapis baja milik belanda harus kita hancurkan, terlalu lama kita dijajah, terlalu lama kita disiksa, mulai detik ini aku harus…………………..
Penjual : bertelur sebanyak-banyak nya kau telah berjasa kadang ku periksa ayam-ayamku aku ingin mengetahui bagaimana telur dapat keluar, ku perhatikan ayamku dengan seksama dan……….
Pecinta : ku peluk dengan mesra kau mendesah dalam pelukkanku kurapatkan erat-erat tubuhku ke tubuhmu kemudian tubuh mu……………………….
Pejuang : di dorong oleh seluruh rakyat Indonesia dengan semangat perjuangan yang membara aku berada dibarisan paling depan dengan senapan di tangan semua musuh ku tembak………..
Penjual : plung…..plung…!! keluar telur nya ku ambil satu per satu dan ku simpan di………..
Pecinta : Matamu… terpejam dan nafasmu mendesah kau peluk juga aku dengan mesra ternyata kita sama-sama ingin saling……………..
Pejuang : membunuh… mereka yang menyerang dari jauh majuuuuuuu…… seranggg…….! Aku berteriak sambil mengangkat tinggi-tinggi……………….
Penjual : Telurku…. Sekarang aku dalam keadaan sedih merenungi nasib ayamku yang sedang…….
Pecinta : Di mabuk cinta kita sama-sama menangis bahagia, matamu perlahan ku bersihkan dengan…….
Pejuang : senapan mesin yang panas…. Sepanas darahku kembali ku sambut serangan yang dating dengan peluru-peluru yang sudah……
Penjual : Membusuk… tidak laku di jaul lagi oh telurku…… ohh ayamku………..
Pecinta : Sayang.. tidak perlu disesalkan tataplah mataku kembali dan kau…….
Pejuang : terjang lalu hancurkan…
Penjual : Telurku……………. Telurku……
Pecinta : akan kudekatkan padamu tenanglah…. Diamlah…. Aku akan….
Pejuang : Merobek-robek terus lemparkan semua yang kita punya sambil mengucapkan……….
Penjual : Telur….. telur……
Pecinta : sayangku…….
Pejuang : Ku tusuk kau sampai mati…….. aku masih punya banyak….
Penjual : telur dan ayamku………
Pecinta : aku cinta padamu sayang……
Pejuang : sampai darah penghabisan hingga akhir nya………………………….
Penjual : bertelur lagi dan telur ayamku adalah telur……………..
Pecinta : kasihku.. kita akan selalu bersama………………………
Pejuang : berjuang selamanya untuk ber…………………………….
Penjual : telur….. telur………………… begitu aku menjajakan nya setiap hari..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar